Bahan kain fleece merupakan salah satu material paling dinamis untuk membuat pakaian. Jenis bahan ini memiliki karakteristik yang lembut, hangat, halus, dan terkesan sedikit berbulu saat diraba pada bagian permukaannya. Secara umum, bahan fleece terkenal sebagai imitasi kain wol, karena memiliki tekstur bahan yang hampir sama.

Karakteristik dan Kelebihan Penggunaan Bahan Kain Fleece
Pada dasarnya, kain fleece banyak dikreasikan untuk membuat berbagai pakaian hangat seperti hoodie, jaket, dan sweater. Di samping itu, jenis kain ini juga banyak dikreasikan untuk membuat selimut, bed cover, ataupun bed sheet. Berikut beberapa karakteristik bahan fleece yang populer dalam dunia per-clothingan.
Hangat, Halus, dan Lembut
Bahan fleece cocok digunakan sebagai material pembuatan busana musim dingin seperti sweater jaket, hoodie, syal, ataupun sarung tangan. Jenis bahan ini cocok dengan musim dingin, karena memiliki karakteristik yang lembut, hangat, tebal, dan halus.
Saat dikenakan, bahan fleece mampu memberikan kesan yang nyaman dan hangat. Dalam hal ini, pengguna tidak perlu khawatir soal berat bahan fleece yang lumayan tebal. Pasalnya, jenis bahan ini justru memiliki spesifikasi ringan, karena terbuat dari rajutan benang yang dipelintir, hingga membentuk sebuah kain.
Sebagai informasi, diameter benang yang digunakan tergolong tinggi. Dengan demikian, kain fleece memiliki hasil akhir dengan bahan yang ringan dan lembut.
Melansir dari kanal Youtube Andy Fahrizal, kenyamanan bahan fleece sangat terasa saat digunakan di daerah pegunungan yang udaranya cenderung sejuk, terutama di malam hari. Contohnya, jaket berbahan fleece memberikan kehangatan yang optimal tanpa terasa berat atau membatasi gerakan. Permukaan bulunya yang lembut memberikan sentuhan nyaman di kulit. Bahkan setelah terkena gerimis tipis, jaket tersebut relatif cepat kering. Elastisitas kainnya juga membuat jaket terasa pas dan nyaman dikenakan untuk berbagai aktivitas.
Permukaan Kain Bercahaya
Bahan fleece memiliki keunikan tersendiri, karena permukaannya yang tampak bercahaya meskipun dari kejauhan. Permukaan kain ini tidak akan membuat pemakainya menjadi berkeringat. Pasalnya, bahan fleece tidak menyerap panas, namun memantulkannya.
Memiliki Bulu-Bulu yang Lembut dan Tebal
Bahan fleece memiliki ciri khas semacam bulu-bulu halus, mirip seperti bulu domba pada bagian dalam kainnya. Adanya bulu-bulu halus tersebut berfungsi untuk menghangatkan badan si pemakainya.
Terbuat dari Material Ramah Lingkungan
Umumnya, bahan fleece terbuat dari serat bamboo. Bahan ini dihasilkan dari perpaduan cotton bamboo dengan serat fleece.
Menariknya, bahan kain fleece dapat terbuat dari berbagai limbah daur ulang, sehingga mampu mendukung sistem keberlanjutan. Misalnya, plastik bekas yang didaur ulang menjadi bahan pembuatan kain fleece.
Keunggulan Bahan Fleece
Bahan fleece memiliki sifat yang serbaguna. Pasalnya, jenis bahan ini dapat digunakan untuk menciptakan berbagai produk yang fungsional, sekaligus fashionable.
Tidak Kaku
Bahan fleece terkenal tebal, namun tidak menjadikannya kaku dan gerah saat dipakai. Material campuran bahan yang digunakan, menjadikan kain fleece elastis dan sangat nyaman. Sifat elastis inilah yang menjadikan bahan mudah melar, sehingga dapat mengikuti bentuk tubuh pemakainya.
Mudah Kering
Bahan fleece memiliki spesifikasi yang tebal, hangat, dan mudah kering. Oleh sebab itu, sebaiknya jangan menjemur pakaian berbahan fleece di bawah sinar matahari secara langsung.
Memiliki Sirkulasi Udara yang Baik
Bahan fleece memiliki permukaan yang mampu mengalirkan udara dengan baik, meskipun dalam keadaan basah. Sirkulasi udara yang baik ini mampu menjadikan tubuh lebih hangat, terutama saat berada di wilayah dengan suhu udara dingin.
Bahan kain fleece merupakan salah satu material paling dinamis untuk membuat pakaian. Jenis kain ini memiliki spesifikasi terbaik yang mampu mendukung gaya busana pada musim dingin. /tari



